Calender

Senin, 15 Februari 2010

cordova

Semangat (Islam) Cordova
Oleh M. Najibur Rohman

Semangat Cordova yang selalu “haus” ilmu pengetahuan perlu menjadi jawaban atas kelemahan-kelemahan yang terjadi di dunia muslim saat ini. Harus dihilangkan asumsi muslim sebagai yang terbelakang, gagap teknologi, dan malas berpikir (rasional dan ilmiah), terlebih di Dunia Ketiga.

Selain peradaban Baghdad di bawah Dinasti Abbasiyah, Islam mencapai kecemerlangan ketika fase Cordova dalam naungan Bani Umayyah. Dua peradaban itu, Baghdad dan Cordova, pernah menjadi pusat kekuatan di dua kutub Islam: Timur dan Barat. Nama-nama besar seperti Marshal Hodgson, Karen Armstrong dan Montgomery Watt pun harus mengakui Islam Baghdad dan Cordova sebagai catatan sejarah “peradaban emas” (the golden civilization) Islam yang menjadi “kiblat” peradaban lain, termasuk Barat, dalam progresivitas pemikiran, seni, keilmuan, teknologi, dan kebudayaan.

Cordova yang menjadi ibu kota kekaisaran Andalusia (Spanyol), awalnya ditaklukkan Tariq Ibn Ziyad melalui selat Giblatar (Jabal Tariq) dengan panglima perangnya, Musa bin Nusair. Kedatangan Islam di Spanyol merupakan titik penting bagi penyebaran Islam di Eropa. Karena itu, Spanyol dianggap sebagai gerbang pertama masuknya Islam di Eropa.

Kedatangan Islam di Spanyol tidak terlalu banyak “menghabiskan darah” seperti “ekspansi” Islam ke wilayah-wilayah lain. Karena itu, selama memasuki Andalusia (Spanyol), satu-satunya peperangan yang dialami pasukan Islam di bawah Tariq dari tahun 711 sampai 714 M, adalah peperangan dengan pasukan Raja Roderick, raja Kristen yang memaksakan keyakinan Trinitas kepada kaum Nasrani Aria yang lebih meyakini Nabi Isa sebagai utusan Tuhan semata.

Ini menjelaskan bahwa perkenalan Islam di Spanyol bukan dengan kekerasan, melainkan secara damai dan toleran. Karena itu, Watt (1992) kemudian mencoba meluruskan Islam yang tidak menakutkan, kejam, dan amanusiawi yang acapkali dipersepsikan oleh para orientalis. Watt juga menuliskan bahwa tidak adanya sekat pembatas antara ilmu pengetahuan, etika dan ajaran agama di Cordova menjadikan Islam cepat meraih kejayaan Andalusia (Spanyol). Antara pengalamalan syari’at dan riset ilmiah dapat dibersamakan. Islam Cordova merupakan Islam otentik sekaligus modern. Tidak ada “saling kunci” antara keduanya.

Ini mungkin berbeda dengan di Barat saat terkungkung abad kegelapan (dark age). Konon Galileo Galilei dengan heliosentrisme-nya melawan arus geosentrisme Gereja harus mendapatkan hukuman berat (F. Budi Hardiman: 2004). Pengetahuan di Barat begitu “dikungkung” dalam keperkasaan (kuasa) agama.

Di Cordova, proses yang terjadi lain. Pencarian ilmu diterima dengan tangan terbuka. Khalifah Abdurrahman adh-Dakhil (756-788 M) merupakan sosok khalifah pertama di Andalusia yang mau menerima tradisi keilmuan dengan baik. Di saat kekhalifahannya, ad-Dakhil membangun masjid Cordova (755 M) yang masih megah hingga kini. Bangunan ini diakui oleh dunia sebagai bukti masa keemasan Cordova di bawah kekhalifahan Islam.

Zaman keemasan berlanjut hingga kekhalifahan Abdul Rahman an-Nashir atau Abdurrahman III (912-961 M). Meskipun menjadi khalifah di usia belia (23 tahun), namun Abdurrahman III mampu mengukir sejarah luar bisa. Dia merupakan khalifah yang mampu menjaga stabilitas negerinya dengan baik. Di masanya, di Cordova dibangun sebuah universitas yang megah dengan perpustakaan yang di dalamnya terdapat ratusan ribu buku (Nasution: 1985).

Demikianlah Cordova mampu menjadi pusat peradaban. Kondisi kota yang menakjubkan, rumah-rumah yang indah, kesejahteraan rakyatnya, perpustakaan dengan jumlah tidak sedikit, dan keteraturan dalam berbagai hal, termasuk kehidupan sosial multiagama (Islam, Kristen dan Yahudi) yang dapat berjalan beriringan.

“Kiblat peradaban” yang dipegang Cordova menjadi pelajaran yang berharga bagi Barat saat itu, khususnya antara kurun waktu abad ke-8 sampai ke-13. Banyak di antara para ilmuwan Cordova laiknya Ibnu Thufail (1107-1185), Ibnu Baitar (1190-1248), Ibnu Arabi (1164-1240), Ibnu Bajjah (1082-1138), dan tentu saja Ibnu Rusyd (1126-1198) yang menjadi guru bagi Barat untuk “melek” pengetahuan. Sehingga, dalam kurun waktu tersebut Barat banyak mengirimkan sarjana untuk belajar di Cordova, meskipun pada akhirnya Cordova sendiri ––setelah dua setengah abad––harus “tenggelam” dihancurkan kekuatan Kristiani (Aragon dan Isabella dari Castile pada tahun 1492) yang kemudian mengubur kecemerlangan Islam di sana.

Sejarah Cordova merupakan saat di mana Islam mampu dipahami sebagai pendorong pengetahuan, bukan mengungkungnya. Teknologi, asalkan itu maslahat, maka kewajiban bagi umat muslim untuk selalu mengejarnya. Jika ada sebuah hadis Nabi saw, uthlubul ilm walau bi shin (kejarlah ilmu meski ke negeri China), maka itu mencerminkan Nabi saw selalu mengiyakan umat Islam untuk senantiasa mencari pengetahuan dari manapun dan sampai kapanpun, min al mahdi ila lahdi.

Proses itu pula yang telah menjadikan Cordova gemilang selama berabad-abad di Spanyol. Karenanya, teladan itulah yang perlu diikuti umat Islam masa kini. Semangat Cordova yang selalu “haus” ilmu pengetahuan perlu menjadi jawaban atas kelemahan-kelemahan yang terjadi di dunia muslim saat ini. Harus dihilangkan asumsi muslim sebagai yang terbelakang, gagap teknologi, dan malas berpikir (rasional dan ilmiah), terlebih di Dunia Ketiga.

Di dalam karyanya The Arabs: A Short History (1970), Philip K Hitti dengan jujur menyebut Islam di Spanyol sebagai pemimpin utama dalam budaya dan peradaban di seluruh dunia di antara pertengahan abad ke-8 dan permulaan abad ke-13. Mengejar kembali peradaban Islam bukan berarti harus kembali mengulang sejarah keemasan Cordova masa lampau, karena situasinya memang sudah berbeda.

Tetapi, dengan semangat era keemasan seperti Cordova, umat muslim dapat jauh lebih menghargai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjayakan kembali Islam.

Semangat Cordova adalah semangat dengan catatan sejarah klasik yang modern dengan kecemerlangan pemikiran dan penemuan-penemuan ilmiahnya. Karena itu, mari membangun Cordova-Cordova baru yang akan menjadi pemimpin peradaban di masa mendatang. Wallahu a’lam.

Sabtu, 28 November 2009

qurban


Seharusnya Idul Adha lebih meriah
16-12-2005 / 03:18:00
Seharusnya Idul Adha lebih meriah

Akar kata Kurban adalah Qaraba yang berarti dekat. Orang yang berkurban berupaya mendekatkan diri kepada Allah. Upaya mendekatkan diri pada Allah ini memerlukan pengorbanan, baik pengorbanan tenaga, perasaan, fisik, ataupun waktu. Apa pun bentuk ibadah atau amal shalih yang ditetapkan Allah, semuanya adalah bentuk pengorbanan sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah. Jika kita melaksanakan seluruh perintah-Nya dengan ikhlas maka kita akan mencapai suatu proses yang disebut taqarub (dekat kepada Allah) atau karib. Peristiwa Kurban menggambarkan bagaimana keistimewaan keluarga Nabi Ibrahim yang telah berhasil menanamkan ‘satu kesamaan irama’ dalam mengutamakan Allah diatas segalanya. Apa pun tuntutan pengorbanan dari Allah, tak ada satu pun anggota keluarga yang menentang atau pun meragukan, sami’na wa ato’na (kami dengar dan kami taat). Ini yang patut dicontoh oleh keluarga-keluarga jaman sekarang. Walaupun hal tersebut tidak mudah dan membutuhkan proses. Salah satu keprihatinan kita adalah banyak masyarakat yang menjalankan ibadah secara ritual saja. Ini terjadi karena proses pembinaan iman yang belum mendalam hingga menimbulkan pemahaman peribadatan secara dangkal. Jika umat sudah sampai pada pemahaman yang benar tentang hakikat ibadah, hal-hal formal yang ada dalam ibadah harus dibawa dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya saat menyembelih hewan kurban di hari Idul Adha, kita harus menghayati makna pelaksanaan kurban seperti halnya Nabi Ibrahim. Semangat ini tidak boleh hanya Idul Adha saja seharusnya terbawa seterusnya. Jika pandangan seperti yang kita pegang maka ini yang akan merubah diri kita. Kurban berdimensi menanamkan rasa peduli, perhatian, dan kasih sayang kepada sesama. Tidak seperti di negera yang mayoritas penduduknya beragama Islam, di Indonesia perayaan Idul Adha kurang begitu meriah dibandingkan Idul Fitri. Ini adalah problematika budaya yang berdampak negatif. Perayaan Idul Fitri yang lebih meriah berdampak kita merayakan semangat kembali pada fitrah belum memiliki semangat berkurban. Dampak lainnya adalah banyak masyarakat yang tidak sempat beritikaf sebagai ibadah yang utama bulan ramadhan, mudik sebelum ramadhan pun dijadikan alasan tidak berpuasa, perayaan Idul Fitri yang berkepanjangan sehingga melupakan shaum sunnah Syawal, belum lagi problematika Tunjangan Hari Raya (THR) Idhul Fitri yang menyebabkan masyarakat berperilaku konsumtif. Apabila ada THR Idul Adha, maka hal itu dapat digunakan untuk mashlahat bersama, yaitu dengan membeli hewan kurban. Hal ini bisa melatih untuk menumbuhkan semangat pergorbanan dari pada semangat konsumtif. Selain itu sunnah mengumandangkan takbir pada hari raya Idul Adha itu 4 hari mulai dari 9-13 dzulhijah (hari tasyrik). Sedangkan mengumandangkan takbir Idul Fitri mulai dari magrib sampai subuh saja. Ini pertanda bahwa mengagungkan Allah pada Idul Adha lebih meriah. Yang saya khawatir ada upaya untuk membudayakan ini dalam rangka ghowzul fikri merusak pemikiran umat Islam hingga tak heran budaya ritualisme terus berkembang di masyarakat kita.

Jumat, 27 November 2009

Senin, 14 September 2009

EFEK MINUM BERDIRI

Jawaban konsultasi dg pakar syariah :

Kebiasaan yang Rasulullah lakukan ketika makan dan minum adalah dengan posisi duduk, tentu saja ini kebiasaan yang lebih utama, bahkan beliau pernah melarang umatnya untuk minum dengan berdiri, sebagaimana hadis Anas bin Malik dalam riwayat Imam Muslim “Bahwa sesungguhnya Nabi saw. melarang seseorang minum dengan berdiri”. Namun, hal ini bukan berarti beliau saw tidak pernah minum dengan posisi berdiri. Sebab ada beberapa hadis lain yang menjelaskannya seperti dalam riwayat Imam Bukhari, Ibnu Abbas berkata “Aku pernah memberi minum air zam-zam kepada Nabi saw, dan beliau minum dengan berdiri. Dalam riwayat At-Tirmizi seorang sahabat bahkan pernah melihat Rasulullah saw minum sambil duduk dan berdiri.
Artinya minum dengan posisi duduk atau berdiri kedua-duanya pernah dilakukan oleh Rasulullah saw, dan tentu bukan berarti kedua hadis tersebut bertentangan. Sebagian ulama menjelaskan bahwa larangan Nabi saw untuk minum dengan berdiri adalah bersifat umum, ini lebih utama dilakukan dan merupakan akhlak yang baik, namun tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya dengan berdiri (seperti yang beliau lakukan) manakala tidak memungkinkan untuk duduk. Jadi semuanya terpulang kepada kondisi dan niat baik kita.
Apabila memungkinkan untuk duduk, kenapa tidak dilakukan? Namun apabila dalam keadaan terpaksa harus berdiri, juga tidak salah. Yang terpenting dalam hal ini semua adalah keinginan dan tekad kita untuk senantiasa mengikuti semua sunnah Nabi saw, sehingga dari sini muncullah kecintaan kepada beliau saw. Bila terjadi perbedaan dalam memahami sunnahnya, jangan sampai terjadi pula perselisihan diantara kita ummatnya.

From: Tomy_Irwansyah Sent: Wednesday, August 30, 2006 12:14 PMTo: S_Riyadi; Endang_saputro; Yanuar_AlvanulCc: Muslim-LSubject: RE: Efek Minum Berdiri (Hadist)


Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Aku memberi minum air Zamzam kepada Rasulullah saw. lalu beliau minum sambil berdiri

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 3776

from :
www.al-islam.com


From: S_RiyadiSent: Wed 8/30/2006 11:00 AMTo: Endang_saputro; Yanuar_AlvanulCc: Muslim-LSubject: RE: Efek Minum Berdiri
Bismillah

Setahuku ada riwayat lain Rasulullah pernah minum air zam-zam sambil berdiri. Mungkin teman2 ada yang ingat redaksi haditsnya.
Apakah larangan minum sambil berdiri ini merupakan sebuah ajuran atau larangan mutlak?
Setahuku juga dalam mengambil dalil yang paling kuat adalah melihat perbuatan daripada sebuah perkataan (lisan).

Wallahu ‘Alam

Wassalam
-sr-

From: Endang_saputro Sent: Tuesday, August 29, 2006 9:34 PMTo: Yanuar_AlvanulCc: Muslim-LSubject: RE: Efek Minum Berdiri

afwan pernyataan di bawah ini diperoleh dari mana ya Pak Yanuar ???

Nah.Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpadisaring lagi. Langsung menuju kandung kemih.
bukankah struktur anatomi dari saluran pengeluaran urine adalah : ginjal -- ureter -- kandung kemih – uretra. kapasitas kandung kemih manusia berkisar 300 - 500 cc logikanya jika minum aqua 600 cc sambil berdiri berdasarkan pernyataan yg di cetak tebal, seharusnya kandung kemih langsung penuh dan merangsang reflek ingin BAK (buang air kecil). tapi apakah terjadi seperti itu?? sepertinya ada yg perlu di ralat deh..


Endang Saputro
OMC Telkomsel HQ Wisma Mulia Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 42 Jakarta

From: Yanuar_AlvanulSent: Tue 8/29/2006 9:27 AMTo: Muslim-L; wikusama@wikusama.comSubject: Efek Minum Berdiri
Dari seorang Sahabat, semoga bermanfaat & kita amalkan..

Efek Minum Berdiri
Semalam (20/8/06) saya ikut kajian kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli akupuntur. Saya baru sadar, mengapa Rasulullah melarang ummatnya minum berdiri. Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum berdiri” Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.Cara mengatasinya :
biasakan minum duduk.
banyak minum air putih.
Assalamu'alaikum.wr.wb.

Untuk penggemar panganan sayuran & ibu-ibu yang suka memasak panganan sayuran terutama bayam, berikut info bagus krn dulu kita sering diingatkan untuk tak memanasi ulang panganan sayur bayam..

Dari reknas,
Wassalamu'alaikum.wr.wb.

Tentang BAYAM

Anak Anda sudah mulai diperkenalkan dengan sayuran? Yiha.... bagus dooong.
Tapi, ada tapinya neeh. Kalau untuk makanan yang mengandung bayam cukup Buat satu porsi aja ya. Intinya, jangan pernah memanasi makanan yang mengandung bayam. Loh, kenapa? Ada beberapa alasan seeh. Setelah tengok sana-sini, ketemu beberapa. Ini dia:

a. Bayam mengandung zat besi yang berupa Fe2+ (ferro) Kalau dia terlalu lama kontak dengan O2 (oksigen dari udara), Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Meski sama-sama zat besi, yang berguna bagi kita adalah ferro. Sedangkan ferri bersifat toxid pada bayam. Jadi, kalau bayam dipanasi, akan berlaku oksidasi tersebut.
--> Aku dulu bingung kenapa ibuku selalu melarang memanasi sayur bening.
Blio sih gak bisa jelasin secara ilmiah gitu, tp selalu bilang: sayur bayam, kalau blm habis, jangan dipanasi lagi.

b. Jangan pernah mengonsumsi bayam lebih dari 5 jam Soalnya, selain mengandung zat yg disebutin tadi itu, bayam juga mengandung zat Nitrat (NO3). Kalau teroksidasi oleh udara, maka akan menjadi NO2 (nitrit). Nitrit adalah senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau, dan bersifat racun bagi tubuh manusia.
Menurut John S Wishnok, bayam segar yang baru dicabut dari persemaiannya telah mengandung senyawa nitrit kira-kira sebanyak 5 mg/kg. Bila bayam disimpan di lemari es selama 2 minggu, kadar nitrit akan meningkat sampai 300 mg/kg. Dengan kata lain, dalam 1 hari penyimpanan, senyawa nitrit akan meningkat 21 mg/kg (7%).

Efek toksik (meracuni tubuh) yang ditimbulkan oleh Nitrit bermula dari reaksi oksidasi Nitrit dengan zat besi dalam sel darah merah, tepatnya di dalam Hemoglobin (Hb).

Telah kita ketahui bahwa salah satu tugas hemoglobin adalah mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh organ tubuh. Ikatan nitrit dengan hemoglobin, disebut Methemoglobin, mengakibatkan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methemoglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, maka akan terjadi keadaan yang disebut Sianosis, yaitu suatu keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen. Jika hal ini terjadi pada bayi dikenal dengan nama "Blue Baby".

Efek toksik lainnya adalah kemampuan nitrit bereaksi dengan Amino sekunder dapat membentuk senyawa yang dapat menyebabkan kanker.

c. O,ya jangan masak bayam pake panci alumunium yach...
Soalnya bisa bereaksi dengan zat besi yang ada di bayam, dan... jadi racun.
Tips mengkonsumsi bayam* Pilih bayam yang baru dipetik dan masih segar* Hendaknya langsung diolah setelah mendapatkan bayam segar* Jangan terlalu lama disimpan dalam lemari es. Jadi takut mengonsumsi bayam?? JANGAN...
soalnya, kandungan nutrisinya sangat TOP BGT. Bahkan, bayam disebut sebagai King of Vegetables.